175. Kisah seorang Pencuri “Arthur Barry”

Posted: 23 Maret 2012 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, , ,

Pencuri ini bernama Arthur Barry. Dia adalah seorang pencuri yang luar biasa dan spesialisasinya adalah mencuri perhiasan. Barry mendapat reputasi internasional sebagai salah satu pencuri paling terkemuka sepanjang masa. Dia bukan hanya seorang pencuri perhiasan yang sukses, dia juga seorang penilai barang seni. Bahkan dia menjadi orang yang tinggi hati dan tidak bersedia mencuri dari sembarang orang.

Para “prospek”-nya bukan hanya harus mempunyai uang dan perhiasan untuk bisa memancingnya berkunjung, tetapi nama mereka juga harus terdaftar di eselon atas masyarakat. Kurang lebih menjadi lambang status bila mereka dikunjungi dan dirampok oleh “pencuri ksatria” ini. Perasaan ini menyebabkan kepolisian sangat malu.

Suatu malam, Barry tertangkap ketika sedang merampok dan ditembak tiga kali. Dengan peluru bersarang di tubuhnya, pecahan kaca di matanya, dan menderita rasa sakit yang luar biasa, dia membuat pernyataan yang tidak terlalu di luar dugaan, “Saya tidak akan melakukannya lagi.”

Tidak lama setelah dipenjara, dia berhasil meloloskan diri, dan selama tiga tahun berikutnya hidup bebas di luar penjara. Kemudian seorang wanita yang cemburu melaporkannya dan Barry menjalani hukuman penjara selama delapan belas tahun. Setelah dibebaskan, Barry memenuhi janjinya. Dia tidak pernah menjadi pencuri perhiasan lagi. Bahkan dia menetap di sebuah kota kecil di New England dan menjalani kehidupan sebagai warga teladan. Warga kota setempat menghormatinya dan menjadikannya ketua organisasi veteran lokal.

Walau demikian, akhirnya bocor berita bahwa Arthur Barry, pencuri permata yang terkenal itu, berada di tengah-tengah mereka. Wartawan dari seluruh negeri berdatangan ke kota kecil itu untuk mewawancarainya.

Mereka mengajukan sejumlah pertanyaan dan akhirnya seorang wartawan muda mendapatkan inti persoalan ketika dia mengajukan pertanyaan yang paling dalam, “Pak Barry,” dia bertanya, “Anda mencuri dari banyak orang kaya selama tahun-tahun kehidupan Anda sebagai pencuri, tetapi saya ingin tahu apakah Anda masih ingat siapa yang paling banyak Anda curi?”

Tanpa keraguan sedikitpun, Barry menjawab, “Itu mudah. Dengan bakat dan kepandaian yang saya miliki, seharusnya saya menjadi usahawan yang sukses, seorang baron di Wall Street, dan warga masyarakat yang berjasa memberikan banyak sumbangan, tetapi sebaiknya saya memilih kehidupan sebagai pencuri dan melewatkan dua pertiga masa dewasa saya di balik terali besi penjara. Ya, orang yang paling banyak saya curi adalah diri saya sendiri!”
Apakah kita adalah “Arthur Barry” yang lain, yang “salah” memanfaatkan bakat dan kemampuan kita dan menghabiskan sebagian besar masa produktif kita dalam “terali besi” yang kita ciptakan sendiri?…. Yg bisa menjawabnya adalah diri kita sendiri

Iklan
Komentar
  1. yudi berkata:

    saya tdk suka ceritany soalny sya gx bisa b4c4 . . .

  2. paijo berkata:

    Ni Runa Maya ya hihihi

  3. Kukuh Nova Putra berkata:

    Hmmm, perfect.
    Renungan

  4. ageng berkata:

    filosofinya cerdas *manggut-manggut* 😀

  5. FIRUS 1/2 ERROR berkata:

    betapa aku sangat terbantu, ,, ,,
    Makasih lagi pengalamannya, ,, ,,

  6. angga SDP berkata:

    wuaahhhhh….
    ajib top markotop

  7. Falzart Plain berkata:

    keren… ternyata yang dicuri itu masa mudanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s