157. Berkorban Itu Indah

Posted: 24 Februari 2012 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, , ,

Musim hujan sudah berlangsung dua bulan sehingga dimana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak diantara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang.
“Apa kabar daun hijau .? Katanya. Tersentak daun hijau menoleh kearah suara yang datang.
“Oou.. , kamu ulat .. Badanmu kelihatan kecil dan kurus. Mengapa .?” Tanya daun hijau.
“Aku hampir tidak mendapat dedaunan untuk makanku,, Bisakah engkau membantuku sobat.?” Kata ulat kecil.
“Tentu .. tentu .. mendekatlah kemari”

Daun hiaju berfikir, Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku kelihatan berlobang-lobang. Tapi tak apalah. Perlahan-lahan ulat menggerakan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih dengan daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat.

Ketika si ulat mengucap terima kasih kepada sahabatnya yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas didalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang disana-sini, namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat yang kecil dan lapar. tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ketanah, disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti didalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama.? Toh .. akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunya “Hati” bagi sesamanya. Yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.

Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah, tetapi Indah. Ketika berkorban, diri kita sendiri menajadi seperti daun yang berlobang namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau.

Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita. Bagi “Daun hijau” , berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbutan baik :
Kasih
Pengorbanan
Pengertian
Kesetiaan
Kesabaran
Dan kerendahan hati.

Jadikanlah pengorbanan itu sebagai suatu yang menyenangkan dan membawa suka cita tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa berkorban. Mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa dilakukan.

Jangan lupa bahwa kita pernah menerima pengorbanan yang tiada taranya dari Allah hingga kita bisa diselamatkan seperti sekarang ini

Iklan
Komentar
  1. xxrhmtzxx30 berkata:

    Duh, pengen nangis nih baca artikelnya.
    Ane selalu mementingkan urusan ane sendiri, sekarang ane sadar.
    Thx run.

  2. Fantasy's berkata:

    Berkorban itu SANGAT INDAH 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s