154. Titip Ibuku ya Allah

Posted: 16 Februari 2012 in Catatan Runa ᔝ, Islam, Orang Tua (Ayah Ibu), Renungan Untuk Kita
Tag:, ,

” Nak, Bangun… udah adzan subuh, sarapanmu udah ibu siapin di meja…”
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun. Sejak pertama kali aku bisa mengingat.
Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah perusahaan tambang, tapi kebiasaan ibu tak pernah berubah.
” Ibu sayang,… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa.”
Pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang disebuah restoran.

Buru – buru aku keluarkan uang dan ku bayar semuanya. Inginku balas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka – reka,
Mungkin sekarang facenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca… Orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak … Tapi entahlah ….

Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa. Suatu hari ku beranikan diri untuk bertanya, ” Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? ” Ku tatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata disana. Terbata-bata Ibu berkata,
” Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian, semua sudah bisa kalian lakukan sendiri. ”
Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah, sebuah kebahagian. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.

Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orangtua menjadi sedih karena kita tidak berusaha. Untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. Diam-diam aku bermuhasabah .. apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putra-putrinya ?
Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab ..
” Banyak sekali nak kebahagian yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi disekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi dikerjaan adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah dewasa, kalian berperilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan disitulah kebahagiaan orangtua. ”

Lagi – lagi aku hanya bisa berucap , ” Ampuni aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang ku berikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. ” Betapa sabarnya Ibuku melalui liku – liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk ” cuti ” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. tapi tidak ! Ibuku adalah seorang yang idealis.

Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang Ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dini hari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu kedapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adikku sering tertidur lagi … Ah, maafin kami Ibu .. 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Ibu lelah .. Sanggupkah aku ya Allah ?

” Nak.. bangun nak, udah adzan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. ”
Kali ini aku lompat segera .. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin. Kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, ” Terimakasih Ibu .. Aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati. Ijinkan aku membahagiakan Ibu .. “.
Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu .. Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan untuk mu ..

Sahabat .. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat ” Aku sayang padamu.. “, Namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.
Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita … Ibu dan Ayah walau mereka tidak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah .. kata – kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia. Wallaahua’lam

” Ya, Allah .. Cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu.., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, Panggillah dalam keadaan Khusnul Khatimah.Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil ”

” Titip Ibuku ya Allah ”

Iklan
Komentar
  1. mus mustofa berkata:

    orang tua ada kwajipan pd anak begitu jg sebalky tp krn jasa org tua sangat bsr pd anak maka kwajiban ank ma org tua jg sangat besar,ada sy pernh tau kamu&hartamu milik ortumu taukah km tentang itu

  2. Anonim berkata:

    ijin copas yah 🙂

  3. FIRUS 1/2 ERROR berkata:

    T,T manangis aku runnn, dalammmm, ,, ,,
    Ibu maafin aku buu, ,, ,,

  4. fajri berkata:

    izin copas bro.. bgs bgt

  5. Gusti Anom berkata:

    sadis banget tulisan ente brader. karya ente di publish dimana saja selain di blog?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s