147. Berapa Lama Kita Dikubur?

Posted: 23 Januari 2012 in Catatan Runa ᔝ, Islam, Orang Tua (Ayah Ibu), Renungan Untuk Kita
Tag:, , ,

Awan sedikit mendung, ketika kaki – kaki kecil yani berlari – lari gembira diatas jalanan menyebrangi kawasan lampu merah karet.
Baju merahnya yang kebesaran melambai – lambai ketiup angin. Tangan kanannya memegang es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.
Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk diatas seonggok nisan “Hj. Rajawali Binti Muhammad 19-10-1915 : 20-01-1965”
“nak, ini kuburan nenek mu, mari kita berdo’a untuk nenekmu” yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yang mengangkat keatas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk neneknya…
“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun yah..” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara ibunya.
“Hmm.. Berarti nenek sudah meninggal 42 tahun yah..” Kata yani sambil berlaga matanya menerawang dan jari – jarinya berhitung. “Ya.. nenekmu sudah 42 tahun didalam kubur ..”
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan disana. Disamping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut. “Muhammad Zaini 19-02-1882 : 30-01-1910.
“Hmm.. kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya yah..”, jarinya menunjuk nisan disamping kuburan neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu – satunya.
“Memangnya kenapa ndhuk..?” Kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmm.. ayah kan semalem bilang, bahwa kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, dan kita akan disiksa dineraka” Kata yani sambil meminta persetujuan ayahnya.. “iya kan yah..?”
Ayahnya tersenyum. “lalu..?”
“iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah dikubur .., ya enggak yah ..?” Mata yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya.”
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampak cemas … “Iya nak, kamu pintar.” Kata ayahnya pendek.
Pulang dari pemakaman, ayahnya yani tampak gelisah diatas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… Kalau kiamat datang 100 tahun lagi … 142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .. Lalu ia menunduk meneteskan air mata…
Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya .. lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun ? Innalillaahi WA Inna ilaihi rooji’un .., air matanya semakin banyak menetes.. Sanggup kah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun kedepan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa didalam kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi.? Tahankah ? Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan.
Ya Allah … ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur …, Air matanya semakin membanjiri pipinya.
Berulang kali dibacanya DOA hingga suaranya serak .. dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk yani.
Dihampiri yani yang tertidur dipan bambu. Dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur … tanpa tau, betapa sang ayah sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang didepannya.

“Ya Allah, Letakkanlah dunia ditanganku, jangan KAU letakkan di Hatiku….”

Dengan selalu mengingat kematian, semoga kita dijauhkan dari segala perbuatan yang dimurkai Allah…..

Jadi kesimpulannya.. Menjalankan perintahNYA Menjauhi laranganNYA.
dan jangan lupa berbuat baiklah kepada sesama
karena itu semua akan dipertanggung jawabkan dialam sana.

Iklan
Komentar
  1. Dyka berkata:

    Subanallah ya run…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s