99. Mertua Vs Menantu

Posted: 19 April 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, , , ,

Seorang gadis Cina bernama Li-Li menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertua. Semenjak itu, Li-Li menyadari bahwa dia tidak dapat menyesuaikan diri dengan ibu mertuanya dalam semua perkara. Sikap dan prinsip mereka berbeda dan Li-Li sangat marah dan tidak begitu menyenangi ibu mertuanya.
Li-Li juga sering dikritik ibu mertuanya. Hari demi hari, minggu
demi minggu, Li-Li dan ibu mertua tidak pernah berhenti berleter dan
bertengkar. Keadaan menjadi
bertambah buruk, kerana
berdasarkan tradisi Cina, Li-Li
harus taat kepada setiap permintaan ibu mertua. Semua ketegangan dan pertengkaran di dalam rumah menyebabkan si suami yang miskin itu berada didalam tekanan. Akhirnya, Li-Li tidak tahan lagi dengan sikap panas baran dan dominasi ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Li-Li pergi menemui teman baik
ayahnya, Mr. Huang, yang menjual
herba ubatan Cina. Li-Li menceritakan segala masalah yang dialaminya dan meminta Mr.Huang
memberinya sejumlah racun supaya
masalahnya dapat diselesaikan.
Mr. Huang berfikir sejenak dan
tersenyum dan akhirnya berkata,
Li-Li, saya akan menolong kamu, tapi kamu harus dengar dengan teliti
dan melakukan apa yang saya suruh
Li-Li menjawab, ¢Baik, saya akan
melakukan apa saja yang pakcik
minta.
Mr. Huang mencari-cari sesuatu di
dalam sebuah bilik dan kembali
beberapa minit kemudian dengan
membawa sejumlah herba. Dia memberitahu Li-Li, Kamu tidak
boleh menggunakan racun yang bertindak-balas cepat untuk
membunuh ibu mertuamu, kerana
nanti akan menyebabkan orang
berasa curiga. Oleh sebab itu saya
memberi kamu sejumlah herba yang
secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu. Setiap hari masakkan daging atau ayam dan kemudian campurkan sedikit herba ini. Untuk memastikan bahawa tidak ada orang yang mencurigaimu, kamu harus berhati-hati dan berbuat baik dengan ibu mertuamu. Jadikan dia sebagai sahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan layani dia seumpama
seorang ratu.
Li-Li berasa sangat senang. Dia kembali ke rumah dan mula merancang pembunuhan ibu mertuanya.
Minggu demi minggu berlalu, bulan
berganti bulan, dan setiap hari, Li-Li
memasakkan ibu mertuanya dengan masakan yang dibuat secara
khusus. Li-Li ingat segala pesanan
Mr. Huang. Untuk mengelakkan
sebarang kecurigaan, Li-Li berhati-
hati mengawal emosinya, mentaati
ibu mertuanya, melayan ibu mertuanya seperti ibunya sendiri dan bersahabat.
Setelah enam bulan berlalu, suasana
rumah berubah menjadi ceria. Li-Li
telah belajar mengawal emosinya
dengan baik sehingga hampir tidak pernah meledak dalam amarah atau
kekecewaan. Dia tidak bertengkar
sekalipun dengan ibu mertuanya,
yang sekarang kelihatan jauh lebih
baik dan mudah bersahabat.
Sikap ibu mertua terhadap Li-Li juga berubah. Dia mula menyayangi Li-Li seperti anaknya sendiri. Dia semakin senang memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa Li-Li adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya. Li- Li dan ibu mertuanya sekarang sangat rapat di antara satu sama lain.
Suami Li-Li turut gembira melihat
perubahan yang berlaku. Suatu hari,
Li-Li datang menemui Mr. Huang dan minta pertolongan lagi. Dia berkata,
Mr. Huang, tolonglah saya untuk
mencegah racun itu membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah
menjadi seorang wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin dia mati kerana racun yang saya berikan.¢
Mr. Huang tersenyum dan mengangkat kepalanya. Li-Li, tidak usah bimbang. Saya tidak pernah memberimu racun. Herbal yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesihatannya. Satu2nya racun yang pernah ada ialah di dalam fikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semuanya sudah lenyap dibersihkan oleh kasih
sayang dan perhatian yang kamu
berikan padanya

Iklan
Komentar
  1. Ikhsan berkata:

    Wuih,… Kren bgt

  2. fenyot berkata:

    Cintailah orang yang kamu cintai sekedarnya
    saja …. siapa tahu pada suatu hari kelak ia akan berbalik menjadi orang yang paling kamu benci …. dan bencilah orang yang kamu benci sekedarnya
    saja …. siapa tahu pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang paling kamu cintai 🙂

    setuju nyot 😀

  3. nopriflower berkata:

    sungguh pelajaran yg sangat berharga…mantap bro.

    emm ^_^

  4. Arumaarifu berkata:

    pikiran buruk memang hrus dihindari..

    ho’oh rif

  5. Rewian berkata:

    ijin nyimak ya run 😀

    okey yan 😀

  6. Firus by Hacker© berkata:

    ᓵhidup adalah persepsi, .. ..
    ᔀhanya hati yang suci yang bisa bahagia dunia akhirat, .. ..

    ᔀsuci, hati yang tabah, .. ..
    emosi VS emosi = kehancuran, .. ..
    Tulus VS emosi = Insya Allah emosi akan lenyap, .. ..

    amin amin amin

  7. angga SDP berkata:

    terharu lagiiii

    prasaan kaga ada sedih2nya ne crita lol

  8. wuah, berasa sinetron uy run..
    Hohohoho

    wkwkwk ga tau juga euy

  9. Agung Rangga berkata:

    Yap, ‘racun’ itu sendiri sebenarnya ada di hati dan pikiran orang yang jahat… 😉

    tumben pinter hahaha :piss

  10. 1noel berkata:

    benci memang bisa menjadi cinta….

    perbedaannya tipis skali 😀

  11. gunawank berkata:

    Tindakan yang mulia dari Mr. Huang. Orang bijak tidak akan menggunakan ilmunya untuk mencelakakan orang lain, tapi justru untuk menyelamatkan orang lain.

    Terima kasih kunjungannya di http://gunawank.wordpress.com/2011/04/17/jadwal-penetapan-calon-peserta-sertifikasi-guru-tahun-2011/

    bener skali mas
    sama2 🙂

  12. Chufi berkata:

    #1st I’am Firsly…………..

    yupy

  13. Chufi berkata:

    cerita yang menyentuh………… T.T jadi pengen………………….. Punya menantuh biar ada yang bisa diracuni hahaha 😀

  14. Chufi berkata:

    cerita yang menyentuh………… T.T jadi pengen………………….. Punya mertua biar ada yang bisa diracuni hahaha 😀

    jah kacau ne anak 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s