96. Pembuat Kendi dan Pengrajin Emas

Posted: 16 April 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, , ,

Bertahun-tahun yang lampau di
salah sebuah kota , tinggal seorang
pengrajin emas dan seorang
pembuat kendi. Perajin emas itu
seorang materialis dan pecinta
harta. Oleh sebab itu, dia senantiasa berusaha dengan segala
cara untuk mendapatkan harta dan
kekayaan. Semua orang tahu bahwa
dia tidak mengindahkan kejujuran.
Sebaliknya, pembuat kendi adalah
seorang mukmin dan pekerja keras. Dia dicintai oleh masyarakat.
Setiap orang yang memiliki
problema akan datang meminta
bantuannya. Si perajin emas
berfikir, mengapa warga kota
begitu menyintai pembuat kendi, padahal dia tidak memiliki harta
benda. Menurutnya, cinta dan kasih
sayang bisa diperoleh lewat tipu
daya dan makar. Karena itu timbul
rasa dengki si pengrajin emas
terhadap pembuat kendi. Pada salah satu hari, sewaktu petugas
kota mengejar pencuri di pasar, si
pengrajin emas melihat bahwa saat
itu adalah momen yang tepat untuk
menuntaskan dendamnya terhadap
pembuat kendi. Oleh sebab itu, dia menunjuk si pembuat kendi dan
berbohong dengan mengatakan: Saya
melihat pencuri masuk ke rumah
lelaki ini. Petugas dengan segera
memasuki rumah pembuat kendi dan
ketika dia tidak menemukan tanda- tanda adanya pencuri, ia menyeret
paksa pembuat kendi ke penguasa
dan memintanya untuk menyerahkan
si pencuri. Pembuat kendi
bersumpah bahwa dia tidak
mengetahui apa-apa. Tapi ada daya, ia tetap dijebloskan ke
penjara. Selang beberapa hari
kemudian, pencuri tersebut
tertangkap dan sekaligus
membuktikan bahwa pembuat kendi
tidak bersalah. Diapun dibebaskan. Sebaliknya, pengrajin emas yang
berbohong mendapatkan ganjaran
yang setimpal dengan perbuatannya.
Setelah peristiwa itu, si pengrajin
emas itu bukan hanya tidak
menyesal atas tindakannya, tetapi malah semakin dibakar oleh api
kedengkian terhadap pembuat
kendi. Apalagi, dia menyaksikan
bahwa si pembuat kendi semakin
dicintai oleh masyarakat.
Dengki dan hasad sedemikian membakar jiwa dan hatinya
sehingga dia mengambil keputusan
yang berbahaya. Dia menyediakan
racun dan memperalat seorang anak
muda bodoh untuk meracun pembuat
kendi dengan mengupahnya seratus keping emas. Hari yang ditetapkan
pun tiba. Perajin emas menanti
suara jerit tangis dari rumah
pembuat kendi. Tetapi hal itu tidak
terjadi. Sebaliknya pembuat kendi
kelihatan sehat dan segar bugar seperti biasa.
Pengrajin emas merasa heran dan
dengan segera dia mencari anak
muda itu dan menyelidiki apa yang
terjadi. Sadarlah dia bahwa bukan
hanya si pembuat kendi itu tidak diracun, tetapi anak muda tersebut
malah lari dari kota membawa
seratus keping emas
pemberiaannya. Ketika perajin
emas ini mendengar berita itu, dia
merasa sangat sedih. Begitu sedihnya sampai ia jatuh sakit.
Tidak ada dokter yang bisa
mengobatinya. Ya, karena memang
tidak ada obat yang bisa
menyembuhkan api dendam dan
kedengkian. Lelaki pengrajin emas telah kehilangan segala-galanya dan
dunia menjadi gelap baginya. Hal ini
menyebabkan isteri dan anak-
anaknya meninggalkannya. Berita
kesendirian pengrajin emas yang
sakit itu diketahui oleh tetangganya, si pembuat kendi yang
baik hati. Dia berpikir, inilah
waktunya untuk pergi mengunjungi
pengrajin emas. Dia menyediakan
makanan yang enak dan
membawanya ke rumah perajin emas. Pengrajin emas, tidak dapat
berkata apa-apa ketika melihat
pembuat kendi. Pembuat kendi
duduk di sisinya dan dengan lemah
lembut menanyakan keadaan dirinya
dan berkata: Aku datang karena memenuhi hakmu sebagai
tetanggaku. Pengrajin emas
menundukkan kepalanya karena
malu. Pembuat kendi melanjutkan:
Aku mengetahui segala apa yang
berlaku pada masa lalu. Anak muda itu satu hari datang kepadaku dan
memberitahu apa yang terjadi dan
menyarankan supaya aku
meninggalkan kota ini karena sudah
tentu nyawa aku akan tidak
selamat dari mu. Tetapi oleh karena aku berharap kepada rahmat dan
karunia Ilahi, setiap hari aku berdoa
untuk mu semoga dirimu dibebaskan
dari rasa dengki dan hasad
terhadapku. Kata-kata pembuat
kendi menyebabkan pengrajin emas itu menangis. Pembuat kendi
memegang tangan tetangganya dan
berkata, “Sahabat ku, ketahuilah bahawa kedengkian laksana api
yang membakar dan orang yang
mula-mula dibakarnya adalah diri
insan itu sendiri. Alangkah baiknya
jika dalam masa yang pendek dan
singkat di kehidupan dunia ini, kita saling kasih mengasihi sehingga kita
meninggalkan nama yang baik.
Tahukah engkau apakah rahasia
kebaikanku di tengah masyarakat?
Untuk mengetahui rahasia ini, aku
ingin menyajikan sebuah kisah untuk mu. Pengrajin emas memasang
telinganya untuk mendengar kisah
tersebut dan dalam keadaan
tersenyum yang tersungging di
bibirnya, dengan penuh perhatian dia
mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh pembuat kendi. Si
pembuat kendi berkata; Pada suatu
hari Imam Sajad as, berkata
kepada salah seorang sahabatnya
bernama Zuhri yang begitu sedih
memikirkan segala yang muncul dari sifat hasad pada dirinya. Beliau
berkata: “Wahai Zuhri, apakah salahnya jika engkau menganggap
orang lain sama seperti saudara dan
keluargamu sendiri, orang yang tua
sebagai bapakmu, anak-anak
sebagai anakmu dan orang yang
sebayamu seperti saudaramu sendiri. Ketika dalam keadaan
begini, bagaimana mungkin engkau
berbuat zalim kepada orang lain?
Janganlah engkau lupa pada hal ini
bahwa orang lebih menyayangi siapa
yang berbuat baik kepada orang lain. Jika metode yang begini engku
teruskan dalam hidupmu, dunia akan
menjadi tempat yang
membahagiakanmu dan engkau akan
mempunyai banyak kawan.
Kata-kata pembuat kendi itu sampai disini. Pengrajin emas
berpikir jauh dan lahirlah rasa
penyesalan di wajahnya. Dengan
suara yang bergetar, dia meminta
maaf atas segala yang terjadi di
masa lalu. Kepada Tuhan dia berjanji bahwa selepas ini dia akan
menggantikan rasa dengki yang
memenuhi hatinya dengan kasih
sayang dan persahabatan kepada
orang lain.

Iklan
Komentar
  1. ramlan berkata:

    Good-good

  2. Firus by Hacker© berkata:

    ᔀ hueh, aku juga lagi belajar, .. …
    ᓽ jadi masih saat kurang banar ilmunya, .. ..
    ᓵ runn aku minta tolong, mun ada salah wan aku, .. ..
    ᔀ tolong di tagur, jangan segan2 sambat ha langsung, .. ..
    ᓵ biar aku bisa memperbaiki runnai, .. ..
    ᔀ oke

    bah ikam rus ay
    tanang haja
    aku ne ceplas ceplos urgnya
    mun kd ktuju bs ku sambat bhadpan wkwk

  3. Firus by Hacker© berkata:

    ᓵ dengki, iri, .. ..
    ᔀ penyakit paling sadis dan ganas di dunia ini, .. ..
    ᓵ susah mengobatinya bagi orang awam, .. ..
    ᔀ perlu berguru ke yang ahlinya, .. ..

    aku baguru lawan ikam rus lah? Haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s