86. Pesan Sang Ayah..

Posted: 3 April 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, ,

Cerita ini mengisahkan kehidupan 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari. Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu: Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak. Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama. Jawab anak sulung: Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama. Bagaimana dengan kita? Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan yg membuat kita sukses. Tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita .. Pilihan ada di tangan kita… ” Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa “

Iklan
Komentar
  1. firus by hacker berkata:

    jah, .. ..
    Huahahaha, baru tau, .. ..

    lawas dah tau, tapi hanyar haja sadar wkwkwk

  2. Arumaarifu berkata:

    persepsi orang berbeda.. ad yg benar dan ad yg jg keliru..

    betul

  3. mantep bgt run,
    Mantep mantep mantep,
    Hehehe
    Nitip akh,
    Ada aplikasi keren nih,
    http://setiaonebudhi.wordpress.com/2011/04/03/aplikasi-java-tarjamah-terjemahan-al-quran-lengkap-di-hape-mu/

    mari mari way haha

  4. firus by hacker berkata:

    perbedaan presepsi, .. .. Pahaman seseorang, termasuk IQ, .. ..
    Sering membuat seseorang salah pengertian, .. ..

    ”Aku yang terpuruk oleh waktu”

    ceileh gayenye aku yg terpuruk olh waktu wkwkwk

  5. Ikky21 berkata:

    Pesan moralnya sangat bagus…

    ^_^ pasti

  6. Agung Putra berkata:

    keduax saja cukup :malu:
    si sulung sangat cerdik

    hu’uch

  7. Runa Van Error berkata:

    pertamax di amankan admin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s