84. Cerita Si Tikus

Posted: 31 Maret 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, ,

Sepasang suami dan istri petani
pulang kerumah setelah
berbelanja. Ketika mereka
membuka barang belanjaan,
seekor tikus memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan
apa lagi yang dibawa mereka dari
pasar??”
Ternyata, salah satu yang dibeli
oleh petani ini adalah Perangkap
Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.
Ia segera berlari menuju kandang
dan berteriak
” Ada Perangkap Tikus di
rumah….di rumah sekarang ada
perangkap tikus….” Ia mendatangi ayam dan berteriak
” ada perangkap tikus”
Sang Ayam berkata ” Tuan
Tikus…, Aku turut bersedih, tapi
itu tidak berpengaruh terhadap
diriku” Sang Tikus lalu pergi menemui
seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata ” Aku
turut ber simpati…tapi tidak ada
yang bisa aku lakukan”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
” Maafkan aku. Tapi perangkap
tikus tidak berbahaya buat aku
sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu
Ular. Sang ular berkata ” Ahhh…Perangkap Tikus yang
kecil tidak akan mencelakai aku”
Akhirnya Sang Tikus kembali
kerumah dengan pasrah
mengetahui kalau ia akan
menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah
terbangun mendengar suara keras
perangkap tikusnya berbunyi
menandakan telah memakan
korban. Ketika melihat perangkap
tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular
semakin ganas dan menyerang
istri pemilik rumah. Walaupun
sang Suami sempat membunuh
ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa
istrinya kerumah sakit dan
kemudian istrinya sudah boleh
pulang namun beberapa hari
kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker
ayam oleh suaminya.
(kita semua tau, sop ceker ayam
sangat bermanfaat buat
mengurangi demam)
Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk
dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya
tidak kunjung reda. Seorang
teman menyarankan untuk makan
hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.
Masih, istrinya tidak sembuh-
sembuh dan akhirnya meninggal
dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman.
Sehingga sang Petani harus
menyembelih sapinya untuk
memberi makan orang-orang yang
melayat.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.
Beberapa hari kemudian ia melihat
Perangkap Tikus tersebut sudah
tidak digunakan lagi.
SO…KALAU SUATU HARI..
KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM
KESULITAN DAN MENGIRA ITU
BUKAN URUSAN ANDA…
PIKIRKANLAH SEKALI LAGI!!!!

Iklan
Komentar
  1. firus by hacker berkata:

    hukum karma

    iya rus

  2. Ikhsan berkata:

    Brow ada yg aneh, kan istrinya gk smpet dislametin tuh, tp kok istrinya minta sop ceker ayam..????
    Tp keren kok…
    Mampir ya ke t4 q http://queesite.wordpress.com

    iya maksudnya tetap terluka gtu wkwk
    okey bos

  3. Agung Putra berkata:

    dalam banget maknanya. :thumbup:

    sip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s