69. Si Anak Kerang

Posted: 27 Februari 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, ,

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku.Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.”
“Kuatkan hatimu.Jangan terlalu lincah lagi.Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerangpun melakukan nasihat bundanya.Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang ditengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang.Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orangsebagai kerang rebus di pinggir jalan.”
Cerita diatas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan”kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah”orang biasa” menjadi”orang luar biasa”.
So..sahabat muda mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah utk tetap tersenyum dan katakan didalam hatimu..”air mataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2…”

Iklan
Komentar
  1. setiaonebudhi berkata:

    wuah, c runa kemana aja yah..
    Kangen nih gue..

    xixi bertapa

  2. Rudria berkata:

    runa, aku skarang jadi moderatornya SDP !!!
    Mohon doanya !!!

  3. setiaonebudhi berkata:

    absen malam akh..
    😀

  4. syechan baraqbah berkata:

    ayo maen kesini, ada yg mau traktir kita,,

  5. ewaldoapra berkata:

    smile always the best way..
    🙂

  6. setiaonebudhi berkata:

    nah, sekarang waktunya absen malam,
    😀

  7. brigade81 berkata:

    masuk absen …ahh…

  8. AnggA berkata:

    absen

  9. setiaonebudhi berkata:

    absen pagi dulu akh..

  10. aries boy berkata:

    waw… siiiiiiiipp……..bgt……..
    font elegan dan gaul.. Ada di SINI di ambil ea….

  11.  ghie  berkata:

    sangat sarat makna.
    thx

    mampir ya di sini ada game terbaru gameloft.

  12. firus by hacker berkata:

    give applause for her, .. ..
    Thanks ya sista atas postingannya, .. ..
    Tulisan kamu ini sangat membangun psikis anak2 remaja jaman sekarang, .. ..

    Terutama aku, <-
    Aku yg selama ini seperti merasakan dunia ini berpaling atas kehadiranku, .. ..
    Tp dengan mambaca ini tulisan, .. ..
    Me walaupun kita sering menanggapinya itu kejam, .. ..
    Like this

    ^_^

  13. rig4 berkata:

    Great post,

    ^_^

  14. yasha berkata:

    kip posting run…..sy slalu tunggu ceritanya…kesabaran itu pahit..tp manis buahnya..

    yup, makasih ^_^

  15. setiaonebudhi berkata:

    yess, berhasil pertamax..
    Hahah
    mampir sini yaa.. Ada aplikasi yg MANTAF bgt nihh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s