67. Nilai Seikat Kembang

Posted: 20 Februari 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:,

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum.
Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata,
“Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!”
Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.
Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata,
“Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya.”
“O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda.” jawab pria itu.
“Apa, maaf?” tanya wanita itu denga gusar.
“Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.
Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya,” jawab pria itu.
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
“Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.
Sampai saati ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!””
Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri. 🙂

Iklan
Komentar
  1. Yasha berkata:

    salam kenal ya…tp sy bukan bloger..maap ya..tulisan2 km inspiratip bgt makasih….eh km cw pa cwo???hihihi

    hehe gpp kok
    hmm ini bkn aku yg nulis
    coba baca hal. konferensi blog biar paham xixi
    aku cewe, knpa?

  2. firus by hacker berkata:

    wah, org ikutan coment, .. ..
    Aku gak mau kalah nih, .. ..

    Runn kamu mantapp, .. ..
    ”cukup sekian makasih”
    Like this

    wkwkwk

  3. jefri berkata:

    wah keren bgd niyh,, 🙂

    makasih ^_^

  4. ageng berkata:

    hai. cara nerusin awardnya gampang kok caranya kamu bikin postingan kayak aku jugai juga. isinya ada ucapan terimakasih sama yang ngasih award, 8hal tentang kamu, dan 8 orang yang mau kamu kasih award ini (kalo bisa yang belum dapet award, biar kebagian semua) terus kasih tau mereka.
    Pokoknya sama kaya postinganku deh

    makasih penjelasannya :3

  5. ageng berkata:

    wah, bagus nih ceritanya. inspiratif euy!
    orang meninggal kan hanya bisa dibantu dengan doa, bukan bunga
    Oh ya, ada hadiah nih. cek aja di http://agengindra.wordpress.com/2011/02/22/stylis-blogger-award/ 😀

  6. bundamahes berkata:

    nice share! 🙂
    kisah yang inspiratif!
    jangan hanya memandang sisi negatif atas sesuatu, tapi lihatlah sisi positifnya juga, betul betul betul?

    yuppie bunda 😀

  7. yuditav69 berkata:

    cerita yg menarik.. Bnr bgdh tuh run..
    Lebih baik kita membahagiakan org yg masih hidup dripda ma org yg udeh mninggal..

    iyup ^_^

  8. setiaonebudhi berkata:

    gagal pertamax..
    Keduluan sama aries,
    😀
    Mampir sini ya, ada theme “no fear”
    http://setiaonebudhi.wordpress.com/2011/02/21/no-fear-tema-keren-buat-hape-kalian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s