63. The Chinese Art of Goal Setting

Posted: 18 Februari 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, ,

Ibu Mencius meminta murid Confusius, Zi si, agar mengambil anaknya sebagai murid. Pada mulanya Mencius belajar sungguh-sungguh. Tapi sesudah beberapa hari, perhatiannya mulai berkurang. Suatu hari, saat gurunya keluar, Mencius bersama teman-temannya membolos.
Suatu hari, ketika Mencius pulang terlambat ke rumahnya sepulang sekolah. Sang Ibu yang lagi menenun kain,bertanya : “Mengapa kamu pulang terlambat hari ini?”
Mencius terdiam. Sang ibu merasa ada sesuatu yang salah. Sang ibu menanyakannya lagi.
“Saya bermain kucing-kucingan,” jawab Mencius akhirnya. “Belajar sangat membosankan,” lanjutnya..
Sang ibu yang mendengar jawaban tersebut hanya diam. Namun tiba-tiba, sang ibu memotong benang tenunnya, terus berkata, ”Sekarang benang itu putus, dapatkah ibu terus menenun?”
Mencius diam,. “tidak bu” katanya.
“Demikian juga dengan belajar. Jika kamu berhenti di tengah jalan, kamu tidak akan berhasil.”
quote from Winston Churchill”
klo omongan nye orang beken sehhh
“Never, Never, Never Give Up”
story from takhe ALOE

Iklan
Komentar
  1. aries boy berkata:

    waw… Keren bgt kata2 sang ibu memotong benang
    tenunnya, terus berkata, ” Sekarang benang itu putus, dapatkah ibu terus
    menenun?” Mencius diam,. “ tidak bu ”
    http://4riess87.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s