58. Memegang Kebenaran

Posted: 15 Februari 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:,

Di sebuah sekolah, seorang guru bercerita kepada murid-muridnya tentang arti sebuah “Kebenaran”. Dengan lembut dan sabar, sang guru pun mulai bercerita:………
Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri jelita dan seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki-laki semata wayangnya.
Suatu ketika pedagang tersebut pergi ke luar kota untuk berdagang; anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit datang merampok desa tempat tinggal
mereka. Para penjarah ini merampok habis harta benda, membakar rumah-rumah, dan bahkan menghabisi hidup penduduk yang mencoba melawan; rumah sang pedagang pun tak luput dari sasaran. Mereka bahkan menculik anak laki-laki sang pedagang untuk dijadikan budak.
Betapa terperanjatnya sang pedagang ketika ia pulang dan mendapati rumahnya sudah jadi tumpukan arang. Dengan gundah hati, ia mencari-cari anak tunggalnya
yang hilang. Ia menjadi frustrasi ketika mendapati banyak tetangganya yang terbantai dan mati terbakar. Di tengah kepedihan dan keputusasaan, ia menemukan seonggok belulang dan abu di sekitar rumahnya, di dekat tumpukan abu itu tergolek boneka kayu kesayangan anaknya. Yakinlah sudah ia bahwa itu
adalah abu jasad anaknya. Meledaklah raung tangisnya. ia menggelepar-gelepar di tanah sembari meraupi abu jasad itu ke wajahnya. Satu-satunya sumber kebahagiaan hidupnya telah terenggut..
Semenjak itu, pria tersebut selalu membawa-bawa abu anaknya dalam sebuah tas. Sampai setahun setelah itu ia suka mengucilkan diri, tenggelam dalam tangis sampai berjam-jam lamanya; kadang orang melihat ia tertawa sendiri, mungkin kala itu ia teringat masa-masa bahagia bersama keluarganya. Ia terus larut dalam kesedihan tak terperikan..
Musim berlalu. sang anak akhirnya berhasil meloloskan diri dari cengkeraman para penculiknya. Ia bergegas pulang ke kampung halamannya. Sesampai di kediaman ayahnya, ia mengetuk pintu rumah sembari berteriak senang, “Ayah, ini aku pulang!”
Sang ayah yang waktu itu lagi tertidur di ranjangnya, terbangun mendengar suara itu.
Ia berpikir, “Ini pasti ulah anak-anak nakal yang suka meledekku itu!”
“Pergi! Jangan main-main!”
Mendengar sahutan itu, sang anak kembali berteriak,
“Ayah! Ini aku, anakmu!
Dari dalam rumah terdengar lagi,
“Jangan ganggu aku terus! Pergi kamu!”
Sang anak menggedor pintu dan berteriak lebih lantang,
“Buka pintu ayah! Ini betul anakmu!”
Mereka saling bersahutan. sang ayah terus bersikeras tidak membuka pintu. Sang anak pun akhirnya putus asa dan berlalu dari rumah itu..
Sang Guru menutup cerita itu dan menyampaikan, “Sebagian orang begitu erat memegang apa yang mereka ‘ANGGAP’ sebagai kebenaran. Ketika Kebenaran Sejati betul-betul datang, belum tentu mereka membuka pintu hati mereka.””
story from Raymupeng

Iklan
Komentar
  1. muchiel berkata:

    nah nah banyak buhan pahuluan skali’y

  2. ay0nk berkata:

    orang tanjung absen, hadir 🙂

    sip dangsanak

    • firus by hacker berkata:

      tanjung!! Jauh amaaat dari binuangg, .. ..
      Aduh gak jdi deh main kerumah runna maya, .. ..
      Opss runa maksudku, .. ..

  3. firus by hacker berkata:

    runaaa!! Tolongg kawan pang, .. ..

    Kayaa tihhh mengaturrnya Di Home anggara continoe reading, .. ..
    Tolong jelasinn donnk, .. ..

    coba post ikam di sunting cepat, mbah tu ikam klik more, more ne gasan manyingkat tulisannya
    ngartilah?

    • firus by hacker berkata:

      runn, .. ..

      Dari menu apa di dasbor, .. ..
      Pakai opmin kawalah? .. ..
      Tolong pangg runnnn, .. ..
      mun kaya ni aku hdk balajar karumah kam ja nah runn nai, .. ..

      Daerah manang rumah dirimuu broo? .. ..

    • firus by hacker berkata:

      runn aduhh strees, mancari pakai opmin, .. ..
      Yang mana?? Tolonggggg, .. ..
      Tolong, tolong, .. ..

      Runa: May may sabar kawanay haha ayuja
      aku urg paringin hehehe

      cara 1. Masuk dasbor
      cara 2. pilih tulisan
      cara 3. Sunting post
      cara 4. Klik more
      ada kalo tu di atas pos kita tulisan more
      nah ngintu di klik
      tasarah ikm handak manyingkat dimana
      mun kada ngarti kena ku upload kan d fb

    • firus by hacker berkata:

      runn aku kada mangarti kam pang pakai bahasa ingkul , .. ..
      Coba an bagamatan yg bahasa indonesia ja, .. ..
      Tulooongg runn, .. ..

    • firus by hacker berkata:

      aduh, aku dasar kd tau nah, binuang ka paringin itu jauh lah? Berapa jam sampai? .. ..

      lihat di fb, ikm sdh ku tag

    • firus by hacker berkata:

      kdd di FB? .. ..

    • firus by hacker berkata:

      runa, makasih nya udaah kawati, sakali itu, tih, .. ..
      Sangka ku ti more yg dimana kah, sakalinya yg code codean, makasih lah, udh sabar dengan kelakuanku yg konyol

      yup hehe ^_^

  4. setiaonebudhi berkata:

    emank bener run,
    Kadang kita malah sering menutup diri trhadap hal yg bnar2 nyata,
    Dan lbh memilih hal yg belum tentu kebenaranya,
    😀

    Nitip ya run,
    http://setiaonebudhi.wordpress.com/2011/02/15/dandelion-by-niko-tema-yg-mencerahkan-hape-mu/

    okok

  5. firus by hacker berkata:

    iya, kadang2 kita tidak menerima kenyataan, .. ..
    Bahanu Tahu haja itu salah maka di gawi ha tarus, .. ..

    Aja jua tahu haja sembahyang itu wajib ttpi adaa ha yg tinggal akannn sholatnyaa, .. ..
    Mantaaaapp, makin ngefanss bangeetttt nihh akuuuu, .. ..

    runaa nitip nih, dijaga akan lah, .. ..
    firushacker.wordpress.com/2011/02/15/aplikasi-aplikasi-yang-wajib-di-pasang-diponsel-symbianose63-by-firus-bab-4/

    Mun kawa di koment trus bri saran dan kritiknyaa, .. ..

    sip hehe

  6. zhanaz45 berkata:

    Ini pengalaman hidup mhu yach.. 😛

    hm bukan

  7. Rig4 berkata:

    Hump.like this

    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s