25. Mau Jadi Apa??

Posted: 21 Januari 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:,

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hamper menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali suatu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya diatas api. Setelah air dalam panci tersebut mendidih ia menaruh wortel didalam panci pertama, telur dipanci kedua dan kopi dipanci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata sepatah katapun. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan ayahnya.
Setelah 20 menit berlalu, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di sebuah mangkuk, dan menuangkan telur disebuah dimangkuk, serta menuangkan bubuk kopi disebuah mangkuk juga. Lalu ia berkata kepada anaknya “apa yang kau lihat, nak ?”
“wortel, telur dan kopi, jawab sang anak”
Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu terasa lunak. Sang ayah lalu memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.
“Apa arti semua ini, ayah ?”
Sang ayah menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama yaitu perebusan, tapi masing-masing menunjukkan reaksi berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan, tapi setelah direbus menjadi lembut dan lunak.
Telur sebelumnya mudah pecah, cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik, setelah berada didalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“kamu termasuk yang mana ?” Tanya ayahnya, “ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kamu menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur ataukah kopi? “
“Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras tapi dengan adanya pernderitaan dan kesulitan kamu menyerah, melunak dan menghilangkan kekuatanmu.”
“Apakah kamu telur, yang awalnya memiliki hati yang lembut dengan jiwa yang dinamis, namun setelah didera kesulitan menjadi keras dan kaku.”
“ataukah kamu adalah bubuk kopi ? bubuk kopi merubah air panas, ketika air mencapai suhu terpanas, kopi teras semakin nikmat.
Jadilah engkau bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk disekitarmu juga turut membaik, bahkan mampu member warna dan aroma yang sedap bagi lingkungan.”
story from orangstrees

Iklan
Komentar
  1. Runa Van Error berkata:

    @eza sapa juga yg bilang loe cewe 😀 wkwkwk

  2. anonymous354 berkata:

    Panggil aj eza, gni2 gwe cwo, ap yg laku dr driku ini.. Hiks.. Hiks..

  3. Runa Van Error berkata:

    @aNon ga laku kalo kopinya kamu :p wekz

  4. anonymous354 berkata:

    Wah yang pasti aq ingin jadi diriku sndiri, aq tag ingin brada di coffe shop..

  5. Runa Van Error berkata:

    Hahahay sip dah
    w juga mau jadi kopi

  6. gerhanacoklat berkata:

    aku ingin selalu menjadi bubuk kopi
    😀

    postingan yang keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s