Karena Kamu adalah Tulang Rusuk-ku (Hope it can be inspiring story)

Posted: 17 Januari 2011 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:, , , , , ,

Dada ini longar bila tanpa penyangga, dada ini akan terasa terhimpit bila tulang yang ada tak mampu menopang desah nafas. Itulah tulang rusuk, tulang rusuk suami ada pada istri dan istri sebagai penopang kehidupan suami. Tak lantas beramarah bila rusuk itu kemudian susah untuk diluruskan, dan tak harus jenggah bila suami tak jua segera meluruskan. Yang dibutuhkan adalah pengertian, kesabaran dan saling memberi waktu untuk mengerti. Itulah hakikat cinta sejati pasangan suami-istri
Karena Kamu Tulang Rusukku
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,
“Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,
“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam ,
Berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”
Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal””
sumber kaskus

Iklan
Komentar
  1. plenthoz berkata:

    bagus sekali ceritanya saya ijin copas ya

    http://rumjad.wordpress.com
    maju terus blogger Indonesia

    silahkan bos
    salam kenal juga

  2. Runa Van Error berkata:

    @kak gunz kata2nya bagus kak 😀

  3. gunkz2201 berkata:

    Wanita itu tulang rusuk..
    Bila engkau terlalu keras padanya maka dia akan cepat patah (pemarah)
    Bila engkau terlalu lemut padanya maka dia akan menjadi lembek (pembangkang)

    Yang sedang2 saja
    Pertengkaran, Cinta memang sebagai bumbu di kehidupan pasangan yang sudah menikah,, (duh jadi pengen menikah aq =D)

  4. Runa Van Error berkata:

    Nah lho
    sukurdah nyesel 🙂

  5. anonymous354 berkata:

    Wah bner jga ya, jka aq sdang marah psti melampaiaskan ke org yg kucintai, aq jd menyesal..

  6. Runa Van Error berkata:

    @Kartika hegheg yomay emang sedih ne cerita

  7. sumpah keren… waktu baca, aku pngen jd pngen mneteskan air mata,huhu

  8. Roby berkata:

    Keren. . . Aku dapat pelajaran berharga.
    Salut sob. . Benar2 great post.

  9. Runa Van Error berkata:

    @cemen wew ada pengakuan lelaki neh hehe

  10. Penulis Cemen berkata:

    terharu… sedih…. emang terkadang lelaki lupa pada tulang rusuknya

  11. Runa Van Error berkata:

    @kak ais hehe kata2 bagian itu emang bagus

  12. ais ariani berkata:

    Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal
    sukaaa banegt sama kata – kata iytuu… karena aku sering di omelin sama pacar ku kalau dia lagi banyak kerjaan.
    😦
    huhuhuhuhu..
    *menyenangkan diri sendiri*

  13. Runa Van Error berkata:

    @Rewian xixi

    @kak salma ya ga lah., wah aq juga ga tau kak

    @koes okey makasih ya

  14. koeshariatmo berkata:

    thx gan dah mampir.. kunjungan balasan

  15. ysalma berkata:

    jadi biar tau kita ditempat tulang rusuk yang tepat gimana nih??
    masa harus nunggu kehilangan dulu,, 😦

  16. Rewian berkata:

    nice inpoh gan 😀 hihhii

  17. Runa Van Error berkata:

    @Yudi jah ngejunk neh wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s