11. Ayam Dan Sapi

Posted: 11 Desember 2010 in Catatan Runa ᔝ, Renungan Untuk Kita
Tag:

“Kenapa sih ?? ” kata seorang kaya kepada pelayannya. “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya kepada yayasan sosial dan panti asuhan!” “Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi”, jawab pelayannya. Sapi begitu populer, sedangkan ayamtidak sama sekali. Hal ini sangat mengherankansang ayam.Kata ayam kepada sapi, “Mereka mengira kamu murah hati, karena tiaphari kamu memberi mereka krim dan susu. Tapi bagaimana dengan aku ? Aku memberikan semua yang aku punya. Aku memberikan daging ayam. Aku memberikan bulu-buluku. Bahkan mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu. Tak ada yang seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu ???”“Apakah anda tahu apa jawaban sang sapi ?”, tanya sang pelayan.Sang sapi berkata, “Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup, sedangkan engkau memberikannya setelah engkau mati.”Berilah dan berkati orang lain selagi Tuhan masih memberikan kita napas hidup. Lakukan sekarang selagi kita masih bisa melakukannya. Jika kita mencintai seseorang, nyatakanlah sekarang……jangan menunggu hingga mati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s